Apa itu Work from Home (WFH)?

Work from Home (WFH) sering berseliweran di feed media sosial, obrolan, story kontak, hingga berita yang tampil dari media seiring dengan merebaknya pandemi Covid-19. Ini merupakan langkah strategis yang diambil untuk mencegah penyebaran Covid-19. Namun begitu, tidak semua bidang pekerjaan dan perusahaan siap dan bisa menerapkan sistem work from home.

Work from home (WFH) atau bekerja dari rumah yaitu sistem kerja tanpa menuntut pekerja datang ke kantor untuk menyelesaikan segala tugas. Selama ini work from home lebih sering dikenal dengan istilah bekerja remote atau remote working. Bagi freelancer, istilah remote working sudah tidak asing. Perusahaan biasanya menerapkan kebijakan jam kerja yang berbeda, normal pukul 8 pagi hingga pukul 4 sore atau jam kerja bebas asal pekerjaan beres dan komunikasi mudah.

Pelaksanaan work from home ini perlu selalu dievaluasi penerapannya. Apakah efektif, apakah ada bagian yang perlu diperbaiki atau apakah ternyata pekerja lebih produktif dibandingkan saat bekerja di kantor. Lalu apa saja kelebihan dan kekurangan work from home? Simak ulasan berikut.

Kelebihan Work from Home

Berikut adalah beberapa kelebihan yang dirasakan dari sisi perusahaan dan pekerja.

  • Biaya operasional perusahaan menurun

Tentu saja tagihan listrik berkurang secara signifikan dengan tidak adanya pengguna komputer atau fasilitas lain di kantor. Jika kantor sama sekali tidak beroperasional maka perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya pengadaan komputer, meja, kursi, internet dan biaya lain seperti kebersihan dan berbagai iuran. Di sisi lain, budget perusahaan bisa dialokasikan ke pos lain misalnya kesejahteraan dan pengembangan pekerja.

  • Lokasi dan jam kerja lebih fleksibel

Pekerja bisa mengerjakan tugas di mana saja yang nyaman baginya. Saat bosan bekerja di kamar, pekerja bisa bekerja di ruang tamu atau taman, dan sebaliknya. Waktu bekerja juga bisa disesuaikan. Yang terpenting pekerja bertanggung jawab terhadap tugas dan fast response dalam berkomunikasi dengan rekan kerja.

  • Produktivitas pekerja meningkat

Pekerja WFH memiliki tingkat produktifitas lebih tinggi dibandingkan bekerja di kantor karena tingkat stress kerja berkurang. Beberapa penyebab stress adalah terjebak macet selama perjalanan menuju dan pulang kantor, pekerjaan yang menumpuk, masalah dengan rekan kerja serta masalah-masalh lain di kantor.

  • Kepuasan kerja meningkat

Saat pekerja mampu menyelesaikan pekerjaan dengan lebih baik dan lebih cepat, pekerja akan merasa puas. Dengan kepuasan kerja yang meningkat maka stress juga menurun.

  • Keseimbangan pekerjaan dan kehidupan sosial meningkat

Dengan bekerja di rumah maka pekerja lebih dekat dengan keluarga dan lingkungan sekitar. Sehingga pekerjaan dan kehidupan sosial bisa terpenuhi. Keseimbangan ini bisa tercapai saat pekerja memiliki produktifitas yang baik sehingga bisa mengalokasikan waktu sesuai dengan porsinya masing-masing.

  • Pekerja terhindar dari gangguan lingkungan kerja

Terkadang ada saja rekan kerja yang hobby mengganggu, membuat masalah atau bahkan toxic. Orang seperti ini mengganggu produktivitas kerja pekerja lain. Dengan bekerja di rumah maka pekerja terhindar dari gangguan rekan kerjanya yang negatif.

  • Pekerja lebih dekat dengan keluarga

Seperti poin keseimbangan pekerjaan dan kehidupan sosial, pekerja menjadi lebih dekat dengan keluarga karena selalu berada di rumah. Sewaktu-waktu pekerja ingin melepas penat, pekerja bisa bermain bersama keluarga yang berada di dekatnya.

Tantangan Work from Home

Bagaimanapun bekerja dari rumah juga memiliki tantangannya sendiri yang perlu diwaspadai dibandingkan bekerja di kantor.

  • Monitoring pekerja membutuhkan effort lebih tinggi

Pengawasan pekerja saat menerapkan WFH memang butuh usaha yang lebih tinggi dibandingkan saat semua bekerja di kantor. Namun jika perusahaan sudah memiliki system yang baik untuk melakukan monitoring pekerja dan fleksibel dalam aturan jam kerja maka hal ini tidak menjadi masalah besar.

  • Motivasi bekerja bisa tiba-tiba hilang

Suasana di rumah yang homey memang sangat berbeda dengan di kantor yang serius atau kasual bahkan terkadang resmi. Godaan di rumah lebih banyak ditambah tidak ada pengawasan langsung dari atasan. Tanda berkurangnya motivasi bekerja yaitu pengerjaan tugas yang mundur dari deadline yang sudah ditentukan. Maka dari itu dibutuhkan kesadaran dan refreshment motivasi bekerja dari dalam diri pekerja dengan didukung oleh rekan kerja lain dan atasan.

  • Banyak terjadi interupsi kerja

Pekerja yang memiliki anak terlebih anak kecil biasanya akan mengalami banyak sekali interupsi karena anak yang ingin mencari perhatian orangtuanya. Belum lagi orang yang tinggal di rumah yang menganggap di rumah menganggur. Solusinya adalah adanya komunikasi intens bahwa Anda sedang bekerja meskipun lokasinya di rumah.

  • Sering terjadi miskomunikasi

Tantangan besar WFH adalah komunikasi di antara rekan kerja. Setiap pekerja sebaiknya selalu online dan mudah dihubungi sehingga minim ketinggalan informasi. Komunikasi harus dilakukan sesering mungkin untuk mengurangi terjadi miskomunikasi dan pemahaman antarrekan kerja berjalan dengan baik.

  • Biaya operasional rumah meningkat

Semua biaya operasional bekerja di kantor otomatis pindah ke rumah masing-masing pekerja.

  • Tidak semua pekerjaan bisa dilakukan dari rumah

Pekerjaan-pekerjaan yang menuntut pekerjaan dilakukan di tempat kerja tentu tidak bisa memaksakan penerapan WFH. Sebagai gantinya, perusahaan wajib menerapkan prosedur kebersihan secara detail dan kesadaran para pekerja untuk menerapkan prosedur.

Aplikasi Penunjang Work from Home

Untuk menunjang efisiensi bekerja dari rumah, diperlukan pengawasan pekerjaan para pekerja. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan berbagai tool yang memudahkan monitoring dan kolaborasi pekerja.

  1. Google Drive
  2. Workplace by Facebook
  3. Trello
  4. Asana
  5. Microsoft Teams
  6. Discord
  7. WhatsApp
  8. Slack
  9. Zoom
  10. Skype for Business
  11. Google Hangout Meet
  12. Google Sheet

Sebelum Covid-19 merebak dan banyak perusahaan harus mengambil langkah cepat untuk tetap bertahan bahkan mencegah penyebaran di area bisnisnya, sebagian perusahaan sudah menerapkan cara kerja work from home terhadap seluruh karyawannya, sebagian karyawannya yang berada di negara/ kota yang berbeda atau kepada freelancer yang direkrut untuk proyek singkat perusahaan.

Setelah semakin populer cara kerja work from home ini, manakah yang dianggap lebih menguntungkan bagi semua stakeholder perusahaan? Apakah work from home lebih efektif untuk menyelesaikan tugas dan biaya operasional lebih rendah? Atau pekerja bekerja di kantor lebih efektif karena situasi kerja yang lebih mendukung mood kerja dan minim miskomunikasi?

Apapun kebijakan perusahaan nantinya, yang terpenting saat ini adalah meredanya dan penanganan kasus Covid-19. Setelahnya kita bisa pikirkan langkah terbaik berikutnya.

Tulisan ini dirangkum dari artikel Qwords.com berjudul Apa itu Work from Home serta Aplikasi Work from Home.

Bagikan kepada orang yang menurut Anda perlu mengetahui informasi ini: